Nggak Nyangka !! Ending The Strangers Chapter 3 Ternyata Kayak Gini. Salah Satu Plot Twist yang Mind Blow !”

“Kamu kira horor slasher udah habis ? Salah besar. The Strangers: Chapter 3 balik lagi buat bikin kita jantungan ! Kali ini, Maya bener-bener dipaksa main kucing-kucingan yang taruhannya bukan cuma nyawa, tapi kewarasan dia. Pertanyaannya: Apakah terungkapnya identitas para pembunuh bertopeng ini bikin filmnya makin serem, atau malah ngerusak misterinya? Langsung aja kita share infonya secara tuntas!”

The Strangers : Chapter 3 masih bercerita tentang Maya (Madelaine Petsch) yg menghadapi para pembunuh bertopeng untuk terakhir kali dalam sebuah pertarungan brutal untuk bertahan hidup dan membalas dendam serta mengakhiri segalanya.

Setelah nungguin kelanjutan dari Chapter 2 tahun lalu, akhirnya sampai juga di babak final perjuangan Maya melawan para pembunuh bertopeng di kota Venus yang asli aneh banget.

Plot Cerita film ini Makin Gelap dan Makin Aneh Film ini dimulai persis setelah kejadian di film kedua. Maya yang sudah capek lahir batin coba kabur, tapi malah kejebak lagi. Kali ini, sutradara Renny Harlin mencoba kasih backstory tentang siapa sebenarnya orang-orang di balik topeng itu.

Kita bakalan dikasih tahu hubungan antara Sheriff Rotter (Richard Brake) sama si Scarecrow (Gregory). Ternyata oh ternyata, ada semacam “tradisi” gelap di kota ini: jangan bunuh warga lokal, tapi kalau pendatang alias strangers? Matiin aja!

Yang unik di film ini Ada twist di mana Maya nggak cuma dikejar-kejar doang, tapi dia kayak mau “di didik dan disiapin” buat jadi bagian dari mereka. Gokil, nggak tuh?

Yang Gue Suka di film ini
Madelaine Petsch Emang Juara, Akting dia sebagai Maya emang patut diacungi jempol. Dia bener-bener bisa nunjukin ekspresi orang yang sudah “mati rasa” karena trauma tapi tetap harus survive.

Visual & Atmosfer di dalam film ini seperti Hutan-hutan berkabut dan gedung tua kerasa banget aura mencekamnya. Sinematografinya bikin kita ngerasa ikut sesak napas bareng Maya.

Kalau kamu nyari adegan sadis, di sini lebih “berani” dibanding dua film sebelumnya. Darah di mana-mana!

Yang Bikin Gregetan di film ini salah satunya ada di Logika Karakter2 nya, masih ada aja keputusan-keputusan bodoh yang bikin kita pengen teriak ke layar, “Aduuuuh, jangan ke sana!”.

Menurut gue, kekuatan Film The Strangers yg pertama rilis di 2008 itu karena pembunuhnya nggak punya motif. Pas di Chapter 3 ini semua dijelasin lewat flashback, rasanya seremnya jadi berkurang karena mereka jadi kelihatan “manusiawi”.

Untuk Pacing film ini, Ada beberapa bagian di tengah film yang berasa lambat banget, cuma moping sana-sini yang bikin ngantuk dikit.

The Strangers: Chapter 3 itu ibarat penutup yang berusaha keras buat jadi beda. Kalau kamu fans berat trilogi The Strangers, kamu wajib nonton buat tahu akhir nasib Maya. Tapi kalau kamu berharap horor yang murni misterius kayak film orisinalnya tahun 2008, mungkin bakal sedikit kecewa sama penjelasan latar belakangnya. Tetapi yang amat menarik kamu akan diperlihatkan transformasi karakter Maya yang nggak kamu sangka sangka.

Facebook
X
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *