Jacob Elordi Terjebak dalam Cinta Terlarang dengan Margot Robbie di Wuthering Heights

Warner Bros. sempat merilis trailer untuk proyek ambisius garapan Emerald Fennell, adaptasi baru dari kisah klasik Wuthering Heights.
Film ini menampilkan Jacob Elordi dan Margot Robbie dalam romansa paling kelam — cinta terlarang yang sudah jelas ditakdirkan berakhir hancur. Dengan visual megah dan musik dari Charli XCX, trailer ini langsung mencuri perhatian saat dirilis. Filmnya sendiri akan tayang di bioskop 11 Februari 2026, sebelum Valentine’s Day. Tapi jangan terkecoh — ini bukan kisah cinta manis. Ini kisah cinta yang terbakar, membara, tanpa Happy Ending.

Di trailernya, Jacob Elordi tampil masih dalam mode gothic romance, melanjutkan karakternya yang intens setelah bermain di Frankenstein karya Guillermo del Toro. Di sini, Elordi memerankan Heathcliff — sosok ikonik dalam novel legendaris karya Emily Brontë. Ia adalah tipikal Byronic hero: tampan, misterius, terluka, dan sangat terobsesi dengan cinta yang mustahil. Sementara Margot Robbie memerankan Catherine Earnshaw, saudari angkat sekaligus cinta sejatinya. Trailer-nya menampilkan semuanya: gaun robek, teriakan di padang kabut, sumpah cinta di bawah langit gelap, dan kuda berlari ke arah matahari terbenam. Diiringi musik elektronik khas Charli XCX, trailer ini terasa seperti perpaduan antara drama klasik abad ke-19 dan video musik pop modern — indah sekaligus gelap.
Dan seperti yang semua penggemar Brontë tahu: jangan berharap ending bahagia.

Tentang Kisah Tragis Wuthering Heights

Wuthering Heights” adalah rumah terpencil di tengah padang Yorkshire, tempat tinggal keluarga Earnshaw. Mereka punya dua anak, Catherine dan Hindley, serta seorang anak yatim piatu yang mereka pungut, Heathcliff. Catherine tumbuh dekat dengan Heathcliff, tapi Hindley membencinya karena ayah mereka lebih menyayangi si anak pungut itu. Setelah sang ayah meninggal, Hindley jadi tuan rumah baru dan memperlakukan Heathcliff layaknya budak.

Meskipun cinta mereka tumbuh, status sosial memisahkan Catherine dan Heathcliff. Catherine akhirnya bertunangan dengan Edgar Linton, pria kaya dari keluarga tetangga.
Heathcliff pun pergi, menghilang selama bertahun-tahun, lalu kembali dengan kekayaan dan dendam membara. Ia menikahi Isabella, adik Edgar, hanya untuk membalas sakit hatinya dan membuat Catherine cemburu. Dari situ, kisah berubah jadi badai cinta, kebencian, dan kehancuran — salah satu kisah romansa paling tragis dan kelam dalam sejarah sastra Inggris.

Kisah Wuthering Heights sudah berkali-kali diadaptasi ke layar, mulai dari versi 1939 (dengan Laurence Olivier dan Merle Oberon), versi 1992 (dengan Juliette Binoche dan Ralph Fiennes), sampai mini-seri 2009 yang dibintangi Tom Hardy dan Charlotte Riley. Tapi versi baru karya Emerald Fennell dijanjikan bakal lebih gelap, sensual, dan emosional dari semua versi sebelumnya.
Setelah sukses lewat Promising Young Woman dan Saltburn, Fennell kembali dengan gaya khasnya — penuh simbolisme, visual kuat, dan karakter yang kompleks. Film ini juga dibintangi oleh Hong Chau (The Whale), Shazad Latif (Nautilus), dan Alison Oliver (Task). Naskah dan arahannya ditangani langsung oleh Fennell, menjadikannya proyek ketiganya sebagai sutradara penuh setelah dua film yang sama-sama kontroversial dan berani.

Jacob Elordi dan Margot Robbie tampil seperti dua jiwa yang saling terikat dalam cinta yang tidak seharusnya ada. Keduanya terlihat hidup dan hancur dalam waktu bersamaan — dan Fennell memotret semuanya dengan kamera yang terasa intim, tapi juga kejam. Jika filmnya seintens trailernya, siap-siap untuk Valentine paling kelam dan mengguncang tahun 2026. Cinta, dalam dunia Wuthering Heights, bukan tentang bahagia selamanya — tapi tentang seberapa jauh kamu berani tenggelam dalam penderitaan demi seseorang.

Sumber: Warner Bros., Collider

Facebook
X
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *