Netflix kembali mengubah daftar serial terpopuler sepanjang masa, dan seperti biasa, Stranger Things ada di pusatnya. Musim kelima serial fenomenal itu resmi menggeser posisi Bridgerton Season 1 dan The Queen’s Gambit di daftar “Most Popular English-Language Shows” milik Netflix.
Stranger Things Season 5 sebenarnya sudah tampil kuat sejak awal. Setelah tujuh episode pertamanya tayang, serial ini langsung duduk di peringkat sembilan dalam daftar tontonan terbanyak. Tapi setelah Netflix menghitung penayangan episode terakhir alias series finale, angka itu langsung melonjak tajam. Kini, Season 5 resmi menempati peringkat keenam dengan total 115 juta view, melampaui Bridgerton Season 1, Bridgerton Season 3, The Queen’s Gambit, dan The Night Agent Season 1.
Sementara di puncak daftar, Stranger Things Season 4 masih kokoh di posisi ketiga dengan 140,7 juta view, hanya kalah dari Wednesday Season 1 dan Adolescence. Dan bukan cuma itu — pada minggu 5–11 Januari, semua lima season Stranger Things masuk ke Global Top 10 Netflix secara bersamaan. Jarang banget ada satu serial yang bisa mendominasi daftar seperti ini.
Perlu dicatat, data ini belum final. Netflix menghitung performa tontonan selama 91 hari sejak perilisan. Jadi, Stranger Things Season 5 masih akan terus menambah jam tayang hingga periode pengukuran berakhir pada Maret mendatang. Artinya, posisi serial ini bisa naik lagi, tergantung seberapa kuat momentum penonton global bertahan dalam beberapa minggu ke depan.
Dunia ‘Stranger Things’ Terus Meluas

Sukses besar ini bukan akhir — justru awal fase baru untuk semesta Stranger Things. Netflix secara resmi sudah mulai memperluas dunia Hawkins lewat dua proyek spin-off baru: satu serial animasi dan satu lagi live-action series. Serial animasi berjudul “Stranger Things: Tales From ’85” akan mengambil latar waktu di antara Season 2 dan 3, membawa kita kembali ke Hawkins di musim dingin tahun 1985.
Kedua kreator serial, Matt dan Ross Duffer, menjelaskan bahwa ide animasi ini sudah mereka pikirkan sejak lama. Matt bilang, tujuan proyek ini adalah “membangkitkan nuansa kartun tahun 80-an” — sesuatu yang mereka anggap cocok banget dengan atmosfer dunia Stranger Things. Sementara proyek spin-off live-action-nya masih dalam tahap pengembangan. Bedanya, cerita kali ini tidak akan mengambil latar 1980-an. Ross Duffer bahkan menegaskan:
“Apa pun yang kami buat selanjutnya, yang pasti — itu tidak akan berlatar tahun 80-an. Kami sudah selesai dengan era itu.”
Semua lima season Stranger Things kini tersedia untuk streaming di Netflix, tapi jelas dunia serial ini belum berakhir.
Dengan dua spin-off baru yang sedang dikerjakan, Duffer Brothers sepertinya siap membuka babak baru di luar kisah Eleven dan Hawkins — tanpa kehilangan sentuhan misteri dan nostalgia yang bikin penggemar jatuh cinta sejak awal.
Sumber: Netflix & Collider