‘Supergirl’ Terlihat Seperti Film ‘Guardians of the Galaxy’ dan Itu Hal yang Bagus

Tahun ini, penonton film superhero lagi haus konten. Soalnya, nggak ada satu pun film MCU atau DCU besar yang rilis sampai bulan Juni (Supergirl) dan Juli (Spider-Man: Brand New Day).
Makanya, setiap trailer baru terasa seperti emas — dan trailer Supergirl jadi yang paling bikin heboh. Trailer berdurasi dua menit itu sudah ditonton lebih dari 21 juta kali.
Fans membedah setiap frame-nya, mencari petunjuk tersembunyi, Easter eggs, atau referensi visual dari dunia DC yang lebih luas. Dan yang paling mencolok? Secara visual, Supergirl terasa banget kayak versi DC dari Guardians of the Galaxy-nya James Gunn — dan jujur aja, itu keputusan yang pintar banget.

Supergirl Punya Aura Guardians of the Galaxy Banget

Buat penggemar James Gunn dan Guardians, kemiripan ini pasti langsung kelihatan dari detik pertama trailer diputar. Musik latar yang digunakan — lagu 80-an “Call Me” dari Blondie — langsung bikin kita keinget suasana ceria ala Come and Get Your Love yang dimainkan Peter Quill (Chris Pratt) di awal film Guardians. Selain itu, Supergirl juga lebih banyak mengambil latar di luar Bumi. Gunn sendiri menyebut film ini sebagai “petualangan luar angkasa” dalam wawancara dengan Rolling Stone, bahkan secara terbuka membandingkannya dengan Guardians of the Galaxy. Dan emang kerasa banget. Set bar tempat Kara (Milly Alcock) nongkrong terlihat seperti perpaduan antara bar klasik manusia dan dunia alien penuh warna:
ada disco ball turun dari langit-langit, kipas dengan lampu neon hijau, dan desain ruang yang jauh lebih liar dari bar mana pun di Metropolis. Palet warnanya berani — ungu, hijau, oranye — seperti pesta mata yang mengingatkan pada bar tempat Drax dan Rocket hampir berantem di film Guardians. Plus, karena latarnya di luar Bumi, film ini bebas menampilkan karakter-karakter aneh dan menarik: dari tentara bayaran raksasa yang menyerang Kara dengan gada, sampai alien dengan desain unik yang jelas nggak bakal muncul di film Superman. Semua ini bikin semesta Supergirl terasa lebih luas, penuh keanehan, tapi tetap hidup dan menyenangkan — mirip cara Gunn bikin dunia Guardians, di mana setiap karakter punya daya tarik uniknya sendiri.

Hal terbaik dari pendekatan visual dan tone seperti ini adalah: filmnya terasa seru. Dan memang seharusnya begitu. Supergirl nggak perlu jadi gelap dan depresif. Setelah film Superman yang membawa energi cerah dan optimis, langkah Fennell (dan DC Studios) menjaga suasana tetap ringan tapi sedikit lebih “galau” buat Supergirl terasa pas banget. Dalam trailernya, Kara bilang dia bisa “melihat kebenaran dalam diri orang,” sementara Clark (David Corenswet) melihat “kebaikan dalam semua orang.” Perbedaan kecil ini menciptakan kontras menarik antara dua karakter Kryptonian tersebut.

Kara lebih sinis, Clark lebih idealis. Tapi dua-duanya tetap pahlawan yang bisa kita dukung dengan sepenuh hati. Suasana ini mirip banget dengan cara Gunn menulis dinamika Peter Quill dan Gamora (Zoe Saldaña) di Guardians: dua karakter dengan luka, kepribadian berbeda, tapi masih bisa menyeimbangkan antara harapan dan sinisme. Dengan Gunn kini jadi kepala DC Studios dan ikut membentuk arah kreatif Supergirl bersama sutradara Craig Gillespie, kita bisa lihat jelas pengaruhnya.
Film ini nggak cuma mau jadi spin-off dari Superman, tapi ingin membangun dunia DCU yang lebih penuh warna, musikal, dan emosional. Kalau filmnya benar-benar ngikutin tone dari trailer — fun, quirky, dan punya hati — maka fans bakal disuguhi petualangan luar angkasa yang seru sekaligus menyentuh. Disutradarai oleh Craig Gillespie, diproduseri oleh James Gunn, dan dibintangi Milly Alcock sebagai Kara Zor-El, Supergirl akan tayang di bioskop mulai Juni 2026.

Sumber: Warner Bros., Collider

Facebook
X
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *